you're reading...
news

Waktu itu Pedang!

Disiplin Waktu

Sebagai makhluk yang selalu beraktivitas dan berusaha memenuhi kebutuhan hidup, manusia dituntut berdisiplin dalam usahanya. Sebab, waktu akan terus bergulir dengan alurnya sendiri, dan manusia hanya bisa mengikuti alur itu, tidak bisa memperlambat, mempercepat, atau menghentikannya. Jika tidak mampu bertindak tepat dan bekerja disiplin, ia akan terlindas oleh waktu. Kedisiplinan menjadi penting dan menjadi kunci kesuksesan.

Nabi Muhammad SAW pernah berdoa agar Allah memberi berkah kepada umatnya yang berdisiplin dan bekerja tepat waktu. Nabi pernah memohon kepada Allah SWT, ”Ya Allah, berikanlah keberkahan kepada umatku di waktu pagi mereka.” (HR At-Tirmidzi, Abu Daud, dan Ibnu Majah dari Shahr Al-Ghamidi).

Shahr Al-Ghamidi adalah salah seorang sahabat Nabi yang berprofesi sebagai pedagang. Keyakinannya akan doa Nabi tersebut, membuatnya rajin, ulet, dan disiplin dengan profesinya. Ia selalu memulai aktivitasnya di pagi hari. Mendistribusikan barang dagangannya di saat sinar matahari belum tampak betul. Berkat kedisiplinannya itu, ia menunai berkahnya. Ia menjadi salah satu saudagar kaya saat itu.

Baik atau buruk, untung atau rugi hasil suatu pekerjaan, tergantung dari usaha pelakunya. Surat Al-Ashr (103) jelas-jelas menyatakan hal ini. Allah berfirman, ”Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati supaya bersikap sabar.” (ayat 1-3).

Dalam surat tersebut, paling tidak ada beberapa hal yang saling berkaitan, hubungannya dengan disiplin kerja, yaitu waktu, amal (usaha), kerugian (hasil usaha). Seolah-olah surat Alquran tersebut ingin menegaskan bahwa waktu yang Allah luangkan, harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Apabila tidak, yang bersangkutan sendiri yang akan rugi. Pendek kata, surat tersebut mengajarkan kita berdisiplin kerja dan berdisiplin waktu.

Banyak hadis Nabi yang memperingatkan manusia agar mempergunakan waktu sebaik mungkin. Antara lain sabda Nabi, ”Dua nikmat yang sering disia-siakan oleh banyak orang, yaitu kesehatan dan kenikmatan.” (HR Bukhari dari Ibnu Abas).

Sayyidina Ali bin Abi Thalib pernah berkata, ”Rezeki yang tidak diperoleh hari ini, masih bisa diharapkan perolehannya lebih banyak di hari esok. Tetapi, waktu yang berlalu hari ini, tidak mungkin kembali esok.Wallahu a’lam bish-shawab.

Sumber : republika.or.id

Semoga pembaca sekalian bisa mengambil hikmah. #peristiwa15/03/12

About Hanif

Muhammad Hanif Teknik Geofisika Institut Teknologi Bandung muhammad.hanif@students.itb.ac.id em.hanif@hotmail.com

Discussion

One thought on “Waktu itu Pedang!

  1. tiba2 nyasar kesini, izin ngelink ya nif

    ayo diupdate terus😀 selamat berbagi hikmah😀

    Posted by serpihanpelangi | 15/03/2012, 9:32 am

Komentari

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: