you're reading...
moslem

Kebenaran membawa kebaikan

SYARAH: RIYADHUSH SHALIHIN

DR. HUSAINI A.  MAJID HASYIM

Kutipan BAB 4: Benar (Hlm. 147-150)

izcc_RiyadhusShalihin

hanya ilustrasi

Allah Swt. Berfirman:

“hai orang-orang yang beriman! Takwalah kamu kepada Allah dan hndaklah kamu bersama-sama orang-orang yang benar!”(At-taubah,9:119)

…. laki-laki dan perempuan yang benar … Allah telah menyediakan untk mereka ampunan dan pahala yang besar. (Al-Ahzab, 3: 35)

. jika mereka benar ikhlas karena Allah, maka yang demikian itu lebih baik bagi mereka. (QS Muhammad, 47: 21)

Dari Ibnu Mas’ud r.a., ia bersabda: Sesungguhnya kebenaran itu membawa kebaikan dan kebaikan itu membawa ke surga, dan sesungguhnya orang yag membiasakan dirinya benar (dalam segala ihwalnya) akan dicatat oleh Allah sebagai siddiq (orang yang selalu benar); sedang kedustaan itu membawa kepada penyelewngan dan penyelewengan itu membawa ke neraka dan orang yang membiasakan berdusta itu akan dicatat oleh Allah sebagai kadzdzab (pendusta). (HR Bukhari – Muslim)

PENJELASAN

Apabila manusia telah membiasakan dirinya benar dalam segala ihwalnya maka perangai itu akan melembaga pada dirinya sehingga menjadilah ia sebagai orang yang benar (siddiq), benar dalam ucapannya, benar dalam perbuatannya, banar dalam perasaannya dan juga benar dalam pemikiran-pemikiran kemudian ia akan dibawa oleh perangainya itu kepada menetapi segala sifat kebaikan sehingga lapanglah jalan menuju surga; dan sebaliknya apabila sseorang telah mmbiasakan dirinya berdusta maka perangainya itu pun akhirnya akan melembaga pada dirinya sehingga menjadilah ia sebagai insane pendusta sehingga hanya keburukan yang ia lakukan yang pada gilrannya akan membawa ke nerakan.

PELAJARAN DARI HADIS INI

  1. Keutamaan ash-sidqu (benar) dan wajibnya mmbiasakan perangai ini serta keharusan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari
  2. Bahwa islam mencela perbuatan dusta sedang pelakunya diancam hukuman neraka
  3. Keharusan memberi pendidikan yang baik (pada anak-anak) dan mlakukan perangai terpuji

Dari Abu Muhammad (Hasan) bin Ali bin Abi Thalib r.a., ia berkata, “Aku hafal sebuah pelajaran dari Rasulullah saw. (sbb):” Tinggalkanlah apa yang engkau masih meragukannya (untuk menuju) kepada apa yang engkau sudah tidak meragukannya karena sesungguhnya benar itu membawa ketenangan sedang dusta itu membawa keraguan. (HR Tirmizi)

PENJELASAN

Apabila jiwamu masihmeragu-ragukan tentang sesuatu dan engkau merasa bahwa barang itu dilarang olh agama maka tinggalkanlah karena jiwa orang yang beriman itu akan merasa tnang dengan sesuatu yang benar dan dan merasa tidak enak terhadap sesuatu yang dusta meskipun baginya belum jelas benar hakkat kedudukannya, maka sebenarnya bagi perkara yang benar itu ada tanda-tanda dan petunjuk-petunjuknya dan sebaliknya bagi perkara yang dusta itu pun ada tanda-tanda dan indikasinya.

PELAJARAN DARI HADIS INI

  1. hendaklah anda waspada terhadap perkara-perkara bid’ah dan jangan meremehkan hokum agama
  2. bahwa seseorang tidak boleh mengamalkan sesuatu sebelum jlas-jelas sesuai dengan syariat
  3. bahwa yang dijadikan tolok ukut adalah iman dan ketenangan sedang sesuatu yang masih meragukan tidak bernilai

Dari Abu Sufyan (Shahkr) bin Harb r.a. dalam hadisnya yang panjang tntang kisah (pertemuannya) dengan Hiraklius (Kaisar Romawi) Hiraklius bertanya kepadanya, “Apa yang diperintahkan Nabi kepadamu?” Abu Sufyan menjawab. “Nabi itu bersabda (demikian)”: Beribadahlah hanya kepada Allah saja, jangan kamu menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, tinggalkanlah apa yang dikatakan (ajaran nenek moyangmu!) Juga Nabi itu menyuruh kami mngerjakan solat, benar (dalam ucapan dan perbuatan), menjaga kehormatan diri dan silaturahim (menghubungi famili). (HR Bukhari Muslim)

PENJELASAN

Rasulullah saw. pernah berdakwah dengan mengirim sepucuk surat kepada Hiraklius (Kasar Romawi) untuk mengajaknya masuk islam. Setelah surat itu diterima maka raja itu meencari orang arab, lalu dijumpainya Abu Sufyan bersama kafilahnya kemudian kasar bertanya tntang hal-hal yang diketahui oleh Abu Sufyan tentang Rasulullah. Dianatar jawaban Abu Sufyan kepada raja ialah, bahwa Rasulullah saw menyuruh kami beribadah hanya kepada Allah saja, meniggalkan ajaran nenek moyang (ajaran jahiliah), mnegakkan solat, benar dalam ucapan dan perbuatan, menjaga kehormatan diri dari segala hal yang dilarang dilarang Allah dan apasaja yangbisa merusak nama baik (muru’ah) serta bersilaturahim kepada keluarga, tetangga dan seluruh sanak kerabat dan semua kaum mukminin.

PELAJARAN DARI HADIS INI

  1. Pengakuan orang kafir tentang keindahan dakwah islam, sebab ketika itu Abu Sufyan masih kafir
  2. Ajakan kepada Islam dengan lewat surat adalah salah satu bentuk dakwah islamiyah
  3. Bahwa dakwah tidak hanya dilancarkan kepada kalangan masyarakat tingkat bawah tetapi juga pada kalangan masyarakat tingkat atas dan jangkauan dakwah bukan hanya dibatasi oleh lingkungan suatu bangsa tetapi sampai kepada bangsa lain.

Nipnip: ini hanya sebagian dari BAB BENAR, untuk membaca lebih lengkapnya silakan menunggu pengunggahan (upload) materi di blog ini secepatnya akan diupload atau silakan mencari lewat search engine.

About Hanif

Muhammad Hanif Teknik Geofisika Institut Teknologi Bandung muhammad.hanif@students.itb.ac.id em.hanif@hotmail.com

Discussion

4 thoughts on “Kebenaran membawa kebaikan

  1. Lakukan yang benar, walaupun terkesan tidak baik dimata dunia..

    terbaru di amexiology.blogspot.com: “Menjelma INDONESIA”.

    Posted by Al-Majnun | 25/07/2009, 5:00 am
  2. wah, makasih banget atas sharing-nya🙂

    btw kalo masyarakat sekarang gimana kira2?
    kalo sy meliatnya mereka melakukan apa yg menurut mereka ‘baik’
    seakan-akan ‘baik’ itu adalah pasti benar
    padahal bukan seperti itu kan?!

    misalnya aja kalo mo ujian nasional
    padahal yg benar itu adalah jujur dalam mengerjakan soal
    tp masih banyak yg berpikiran “ini adalah solidaritas, kita harus membantu yg lain, masuk bareng2 maka keluar bareng2”
    emang itu ‘baik’, tp apakah benar??

    kira2 gimana tanggepan sodara?😀

    Posted by Eky | 25/07/2009, 12:45 pm
    • Sama-sama mba eky..
      nip juga sependapat dengan mba eky..

      banyak ‘kebaikan’ yang mereka lakukan atas dasar ikut-ikutan. dan mungkin sebenarnya yang diikuti itu belum tentu benar menurut islam.
      termasuk saya, tapi Insya Allah sedang berusaha meninggalkannya. doakan!)

      Yap masalah ujian nasional juga..
      masuk dan keluar bareng sebenarnya sangat benar dan baik kalau saja tidak diembel-embeli dengan menyontek bareng saat ujian nasional. Tapi kenyataannya banyak yang menyimpang..

      nip merasa tersentil dengan pernyataan mba eky..
      sejujurnya itu adalah salah. tidak ada kebenaran sama sekali namun keadaan yang memaksa kita. Naudzubillah,saya sangat menyesal dan berdosa..

      trims atas tanggapannya ya mba eky..

      Posted by nipnipcipcip | 26/07/2009, 10:20 am

Komentari

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: