you're reading...
moslem

Ayo Puasa Sya’ban

Ayo Puasa Sya’ban

Besok (23/7) bukan hari yang spesial di bulan masehi namun hari yang memulai bulan Sya’ban. Bulan dimana Rasulullah mengutamakannya untuk melakukan puasa sunnah. Karena Rasulullah banyak berpuasa sunnah pada bulan sya’ban dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Kata ‘Aisyah: “Saya tidak melihat Rasulullah SAW. menyempurnakan puasa satu bulan cukup selain bulan ramadhan dan saya tidak melihat beliau dalam bulan-bulan yang lain berpuasa lebih banyak daripada bulan Sya’ban” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Maksud hadist diatasX“Rosululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah memegang kedua pundakku”, hal ini menunjukkan perhatian yang besar pada beliau, dan saat itu umur beliau masih 12 tahun. Ibnu Umar berkata: “beliau pernah memegang kedua pundakku”. Rosululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau penyeberang jalan”. Jika manusia mau memahami hadits ini maka di dalamnya terkandung wasiat penting yang sesuai dengan realita. Sesungguhnya manusia (Adam –pent) memulai kehidupannya di surga kemudian diturunkan ke bumi ini sebagai cobaan, maka manusia adalah seperti orang asing atau musafir dalam kehidupannya. Kedatangan manusia di dunia (sebagai manusia) adalah seperti datangnya orang asing. Padahal sebenarnya tempat tinggal Adam dan orang yang mengikutinya dalam masalah keimanan, ketakwaan, tauhid dan keikhlasan pada Alloh adalah surga. Sesungguhnya Adam diusir dari surga adalah sebagai cobaan dan balasan atas perbuatan maksiat yang dilakukannya. Jika engkau mau merenungkan hal ini, maka engkau akan berkesimpulan bahwa seorang muslim yang hakiki akan senantiasa mengingatkan nafsunya dan mendidiknya dengan prinsip bahwa sesungguhnya tempat tinggalnya adalah di surga, bukan di dunia ini. Dia berada pada tempat yang penuh cobaan di dunia ini, dia hanya seorang asing atau musafir sebagaimana yang disabdakan oleh Al Musthofa shalallahu ‘alaihi wa sallam.

‘Dari hadist yang dirawikan oleh Bukhori dan sedikit penjelasannya kita dapat menyimpulkan bahwa kita sebagai ummat islam harus memanfaatkan setiap detik yang Allah berikan untuk berlomba-lomba melakukan kebaikan.’ nip

Oleh:Syaikh Shalih bin ‘Abdul Aziz Alu Syaikh hafizhohulloh
Diterjemahkan dari Penjelasan Hadits Arba’in No. 40. Oleh: Abu Fatah Amrulloh
Murojaah: Ustadz Abu Ukasyah Aris Munandar

Sumber:
http://muslim.or.id/?p=440

About Hanif

Muhammad Hanif Teknik Geofisika Institut Teknologi Bandung muhammad.hanif@students.itb.ac.id em.hanif@hotmail.com

Discussion

No comments yet.

Komentari

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: