you're reading...
moslem

Ta’lim Dhiyaus Sunnah Minggu, 19/07/2009

Ta’lim Dhiyaus Sunnah Minggu, 19/07/2009
15:14 19/07/2009

Ponpes DHIYA'US SUNNAH

Ponpes DHIYA'US SUNNAH

Ta’lim yang sejatinya dimulai pukul 09.00, baru bisa terselenggara pada 10.15. Ya, memaklumi kesibukan seorang ustadz yang harus berdakwah kesana kemari menyebar hikmah dan memberikan siraman rohani kepada ummat.

Ustadz Hilmi memberikan ilmu Jual-Beli Islam. Islam ialah agama yang dirahmati Allah sehingga semua ilmu yang berlandaskan islam, Insya Allah akan memberi berkah pada siapa saja yang menuntutnya. Jua beli yang dijunjung tinggi dalam islam ialah jual beli yang menguntungkan, baik jasmani dan rohani, kedua belah pihak, pembeli dan penjual. Begitu pedulinya islam kepada nasib pedagang dan menghargai hak-hak pembeli. Aku dan kawan tak begitu pandai mencatat ucapan ustadz sehingga banyak istilah yang terlewat dan tak akan ku ketik disini karena khawatir kesalahannya mengubah arti.

Pokok-pokoknya: 1. Seseorang tidak boleh menjual kurma basah dengan kurma kering karena ukuran dan takarannya berbeda. 2. Muslim wajib untuk

meninggalkan ziyyadah (riba). 3. Rukhsol Fil Arroyat: diperbolehkan menjual kurma yang kering dengan yang basah ketika masih ditangkai (dipohonnya). 4. Rosul memberi keringanan untuk menjual kurma kering dan basah yang masih di pohon dengan ketentuan: masih ditangkai; kurang dari 5 ausuk (satuan berat); tidak di takar (masih ditangkai).

Alim ulama dalam ijma dan jumhurnya membagi berbagai macam kemungkinan dalam jual beli buah: 1. Tidak boleh menjual beli buah yang belum tercipta. 2. Bila bermanfaat diperbolehkan jual beli buah yang telah terbentuk namun belum tampak bagus 3. Memperbolehkan jual beli buah yang masih ditangkai namun sesegera mungkin memotongnya (dikhawatirkan keburukan terjadi) 4. Menjual anggur-anggur yang telah menghitam (matang) dan biji-biji sampai keras (siap makan) 5. Memperbolehkan jual beli buah yang belum begitu matang karna bermanfaat. 6. Membli pohon yang beraneka macam ukurannya maka ukuran kebanyakannya yang dihitung.

Ustadz Muhammad As-Sewed melanjutkan kajian kitab Syarekh Tohawiyyah minggu lalu (12/7-nip). Nabi Muhammad SAW telah diberikan kunci-kunci, pembuka-pembuka, dan akhir-akhir, dan Jawamiul Karim, diberi kalimat yang simpel namun maknanya sangat luas. Ucapan-ucapan ‘manusia akhir’ saat ini seringkali ‘banyak’ dan bertele-tele namun hikmahnya sedikit. Tetapi ucapan Rasulullah dan ulama salaf ‘sedikit’ namun hikmahnya sangat besar.

Diantara perkara-perkara yang menyesatkan muncul karena: 1. Mengada-ada perkara baru dalam agama; 2. Ekstrim dalam perkara-perkara tertentu; 3. Membahas perkara-perkara yang tak perlu atau belum perlu untuk dibahas. Yang terjadi saat ini manusia lebih disibukkan dengan ucapan-ucapan orang kafir ex: Aristoteles, Plato, dll dibandingkan memikirkan ucapan-ucapan Rasul dan ulama salaf yang sedikit namun kaya hikmahnya. Manusia sekarang justru seringkali terbelenggu ilmu-ilmu ‘permainan kata’ dibandingkan menuntut ilmu-ilmu para ulama yang mengandung hikmah sehingga bukannya manfaat yang merka dapatkan namun kesesatan yang mereka raih, Naudzubillah.

(Sebenarnya, masih banyak pokok-pokok penting dalam tausiyah Ustadz Muhammad tetapi karena keterbatasan kemampuan kami dalam mencatat cepat sehingga banyak materi yang tidak tertulis sehingga bila diterapkan dalam blog ini kami khawatir ada kesalahan. Kami akan memperbaiki cara kami menangkap kajian yang akan datang)

About Hanif

Muhammad Hanif Teknik Geofisika Institut Teknologi Bandung muhammad.hanif@students.itb.ac.id em.hanif@hotmail.com

Discussion

4 thoughts on “Ta’lim Dhiyaus Sunnah Minggu, 19/07/2009

  1. Assalamu’aaikum,
    Bisa minta jadwal ta’lim di daerah Cerbon tak? Jazakallah

    Posted by supriman | 15/09/2009, 2:02 am
    • Waalaikumussalam,
      Aku ikut ta’lim mingguan di Pondok Pesantren Dhiyaussunnah di Dukuh Semar.
      Tiap hari minggu pukul. 10.00 ba’da dhuha.
      Tapi aku sedang kuliah di Bandung jadi terpaksa tidak aktif.

      Posted by Hanif | 22/09/2009, 9:58 am
  2. Ane wong cerbon tp sing bengien durung sempet2 mampir ning Dhiyaus Sunnah Cerbon…đŸ˜€

    Posted by supriman | 28/09/2009, 3:01 am

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback: Facebook Membawa Hikmah « Muhammad Hanif - 19/07/2009

Komentari

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: